Mencari informasi RFID

Hai guys.. saya ingin berbagi cerita tentang hari ini (Senin 10 Maret 2014) ke kalian semua 🙂

Hari Senin saya ada 3 mata kuliah berturut-turut tanpa jeda dari jam 8 sampai jam 1 siang. Kelas “RPL” (Rekayasa Piranti Lunak) lanjut kelas “SIM” (Sistem Informasi Manajemen). Ketika berada dikelas “SIM” kebetulan saya kebagian presentasi hari ini, nah saya pasang modem dan cek email sambil menunggu giliran presentasi. Saya mendapat email dari Pak UR seperti ini. Waduh sudah satu jam yang lalu, langsung saya balas.

Keluar kelas “Etika Profesi” sekitar jam 1an, dikarenakan ada kelompok yang maju untuk presentasi maka keluar kelas lebih lama dari biasanya. Setelah ada di REC saya bertemu dengan Kak Hendra, kebetulan kemarin saya janji ketemu dengannya untuk ngobrol tentang RFID ini. Saya mengajak kak Hendra untuk ke Ruangan pak UR dan ternyata ruangan terkunci, kak Ai pun tidak ada di ruangan. Saya kembali lagi ke REC dan mengirim email ke Pak UR.

Di REC saya ngobrol dengan kak Hendra, dia membawa Raspberry pi dan berhasil untuk mengkoneksikan RFID ACR122U dengan raspberry itu, sudah bisa bunyi ketika kartu di deep namun belum ada data yang ditampilkan. Kak Hendra pun mengirim email kepada pak UR untuk permohonan peminjaman RFID agar dia bisa ngoprek dirumah. Namun belum ada balasan dari Pak UR.

Selain janji dengan kak Hendra saya juga janji ketemu Kak Anto, yaitu mahasiswa STMIK Raharja bimbingan Pak Aris yang sudah sidang. Project skripsi yang dia ambil adalah absensi online menggunakan RFID, saya penasaran ingin tahu demonya. Saya menunggu di REC karena kak Anto bisa kekampus sekitar jam 8an malam. Cukup susah mencari waktu luangnya hehehe. Akhirnya ketemu, nah saya liat RFID reader miliknya. Saya sempat foto tadi, ini penampakannya 😀

Rfid reader

RFID reader ini terpisah pembelian dengan kartunya, Cardteck R200EM. Sesuai dengan penjelasan Kak Anto, harga RFID reader ini sekitar 650000 dan pembelian reader tidak termasuk kartu, ada yang harganya 7500 dan ada kartu yang lebih tebal harganya 15000. Dengan aplikasi notepad, kartu yang di deep bisa terbaca nomornya misal 0071345221. Lalu programnya dia buat sendiri menggunakan PHP dan database MySQL. Ketika programnya dicoba di laptop saya ada sedikit trouble yaitu warning di codingannya. Memang terkadang begitu, pernah saya alami program berjalan mulus dilaptop saya namun ketika di copy ke laptop lain ada codingan yang error. Walau ada sedikit trouble tapi saya sudah melihat demo Kak Anto.
Kesimpulan yang bisa diambil dari project kak Anto ini adalah absensi menggunakan RFID yang dibuatkan program sendiri menggunakan PHP dan dikoneksikan dengan database. RFID miliknya bisa terbaca oleh notepad sedangkan RFID saya ACR122U tidak bisa terbaca di notepad, bisanya pakai aplikasi bawaan dari paket pembelian, itupun hanya versi demo. Untuk dapat yang full version harus contact ke ACS. Dan untuk mempermudah pembacaan, ACR122U harus menggunakan smartcard interface. Menurut saya lebih rumit, lebih mudah reader seperti kak Anto tsb.

Sekian cerita saya malam ini, cukup berasa dikampus dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam dan besok pagi harus ada dikampus lagi sebelum jam 8 karena Averroes ada bimbingan regular dengan Pak UR.
Terima kasih sudah baca cermi fitria ini ^_^

images (4)

3 thoughts on “Mencari informasi RFID

Leave a Reply